Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Senin, 06 Februari 2012

KEMUDAHAN YANG TIDAK MUDAH


Q seorang awam akan masalah listrik, q tergolong orang yang hanya tahu pakai saja. Telivisi, tinggal tekan remote; Airconditioner (AC), tinggal tekan remote; Microwave, tinggal pencet tombol; Mesin Cuci, juga tinggal pencet tombol. Pokoknya kecanggihan elektronik telah memanjakan manusia, dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Padahal, dibalik kemudahan itu semua ada sebuah perjalanan panjang dan usaha keras, untuk mencapainya.

Q juga seorang yang awam akan pertanian, q tergolong orang yang hanya tahu makan saja. Beras, tinggal beli; Gula, tinggal beli; Garam, tinggal beli; Minyak Goreng, tinggal beli. Pokoknya selama ada uang, sembako pasti terbeli.
Padahal, dibalik kemudahan itu semua ada sebuah perjalanan panjang dan usaha keras, hingga tiba ditangan kita.

Q bodoh akan hal fashion, q termasuk orang yang hanya tahu pakai saja. Baju, tinggal beli; Celana, tinggal beli; Handuk, tinggal beli; Pakaian Dalam, tinggal beli. Pokoknya selama ada uang, segala bentuk model pasti terbeli.
Padahal, dibalik kemudahan itu semua ada sebuah perjalanan panjang dan usaha keras, hingga tiba dibadan kita.

Listrik, ia datang memudahkan kebutuhan manusia setelah melalui perjalanan yang sangat panjang. Dari sebuah waduk, air, lalu kesebuah gardu besar, lalu kekabel-kabel besar ditiang-tiang sutet, lalu ke gardu-gardu distribusi, lalu kekabel-kabel sedang, lalu kegardu-gardu kecil, lalu kekabel-kabel kecil; barulah tiba dirumah-rumah warga.

Beras, sebelum berubah jadi nasi, ia berasal dari gabah kering dari sebuah padi yang ditanam petani. Dari pembibitan, lalu ditanam, disiangi, dipupuk, dirawat dan dijaga dari hama, hingga panen. Lalu dipukul-pukul hingga gabahnya lepas dari tangkai, lalu dijemur, lalu digiling, barulah jadi beras.

Gula, dari tebu yang dipanen, lalu diperas batangnya, lalu airnya diendapkan, lalu dikristalkan, baru menjadi gula. Begitu juga dengan Garam, dari air laut yang ditampung, lalu dijemur hingga keluar garam, baru dikeruk dan jadilah garam. Minyak goreng, dari buah sawit yang siap panen, diproses dipabrik dengan higienis dan canggih, hingga dikemas dan sampai ditangan kita.

Sama halnya dengan pakaian, dari batang pohon, akar atau daun, bisa juga dari ulat. Dijadikan benang, lalu ditenun menjadi kain, lalu di potong dan dijahit, barulah bisa kita pakai.

Dari apa yang terurai diatas, q hanya ingin menyampaikan;
“Ternyata untuk mencapai sebuah kemudahan diperlukan sebuah proses yang memerlukan ketekunan, niat, semangat dan waktu. Kemudahan berasal dari sebuah perjalanan panjang dan usaha keras. 
Baiknya kita mensyukuri dan janganlah kita memudahkan suatu kemudahan dengan perbuatan yang sia-sia."


"Bersyukurlah kepada Allah. 
Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), 
maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; 
dan barangsiapa yang tidak bersyukur, 
maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." 
(Luqman [31]: 12)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar