Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Rabu, 02 Oktober 2013

KEHIDUPAN BA’ BERKENDARAAN

Shahabat,
Menapaki kehidupan ini, bagai mengendarai kendaraan atau berkendaraan di jalan raya.
Karena hampir 90 % ujian kehidupan ba’ berada di jalan raya.

Mengapa q berkata demikian? Baiklah mari q paparkan;
1. NORMA dan ADAB
Setiap qt pasti berusaha menjalankan hidup ini sesuai norma dan adab yang berlaku.
• Sama seperti kendaraan, pasti berjalan dijalan yang sesuai dengan norma dan adab ber-lalu-lintas.

2. IDENTITAS UMUM
Setiap qt dilengakapi Allah SWT. dengan IMAN dan AKAL, agar dapat menjalankan kehidupan dengan selamat, menuju satu tujuan yaitu Syurga.
• Demikian juga ketika berkendaraan, masing-masing pengendara wajib memiliki SIM dan STNK, agar dapat menjalankan kendaraan dengan selamat tiba di satu tujuan.

3. PERATURAN
Selain iman dan akal, qt juga diberi peraturan oleh Allah, seperti KEWAJIBAN dan LARANGAN, agar senantiasa hati-hati, teliti dan waspada dalam menempuh ujian-Nya.
• Begitu pula dengan pengendara, selain SIM dan STNK, ia wajib mematuhi RAMBU-RAMBU dan PERATURAN berlalu-lintas.

4. UJIAN dan RINTANGAN
Dalam menapaki kehidupan, setiap qt pasti diberi UJIAN-NYA, tidak hanya dengan kesulitan, kekecewaan dan kemiskinan saja, tetapi juga saat qt senang dan bahagia.
• Idem ceritanya dengan mengendarai kendaraan atau berkendaraan, pasti ada ARAL dan RINTANGAN, yang tidak hanya berupa; kemacetan, jalanan berlubang kecil atau besar, jalan menyempit dan bergelombang, tanjakan atau belokan tajam, kendaraan ’ngadat’ atau ban kempes, tetapi juga saat jalan menurun, aspal atau hotmix bahkan tol sekalipun.

5. SHABAR dan LEGOWO
Setiap qt diwajibkan Allah untuk berISTIQAMAH ber-MUHASABAH (memperbaiki diri), seperti meningkatkan amal dan ibadah, introspeksi diri dan ’legowo’ (rendah hati dan shabar).
Salah satu contoh; disaat seseorang khilaf, qt malah menghakimi dan merasa diri lebih baik darinya, padahal bisa saja di suatu waktu, qt juga melakukan ke-khilaf-an.
• Sama seperti pengendara, ia wajib memiliki KESHABARAN, PENGERTIAN, MENGALAH dan HORMAT.
Sebagai contoh; disaat sebuah kendaraan didepannya tiba-tiba menghalangi, sering bila kesal, diwujudkannya dengan membunyikan klakson, atau meraung-raungkan gas kendaraan, menggerutu, bahkan memaki.
Lupa bahwa di suatu waktu, ia bisa juga berada pada hal yang sama.

6. BERHENTI SEJENAK
Dalam menapaki kehidupan, qt diwajibkan Allah, untuk berhenti sejenak demi melangsungkan SHALAT FARDHU, baru setelah itu, qt diperbolehkan melanjutkan cerita kehidupan masing-masing.
• Demikian juga dalam berkendaraan, di saat tiba di LAMPU MERAH, para pengendara wajib berhenti dan menunggu dengan shabar hingga lampu hijau menyala, barulah masing-masing pengendara boleh melanjutkan perjalanannya.

7. PERAWATAN
Selain dari norma-norma berkehidupan, sebagai manusia yang terdiri dari jasad dan ruh, qt juga wajib MERAWATnya. Seperti tubuh ini, yang memerlukan makan dan minum, tidur dn beritirahat, mandi atau kebersihan, olahraga juga penampilan dan kerapihan. Sedangkan ruh alias bathin, ia membutuhkan kasih sayang, cinta, perhatian juga rasa tenteram.
• Begitu pula dalam berkendaraan, selain norma-norma berlalu-lintas, setiap kendaraan yang terdiri dari body dan mesin, tentunya perlu PERAWATAN. Body-nya, memerlukan oli dan bensin, pendinginan mesin alias istirahat, dicuci atau di-’steam’, pemanasan mesin juga penampilan dan kebagusannya. Akan halnya mesin, ia membutuhkan ’tune-up’, ’tes-drive juga rasa ’safety’.

Mungkin yang berbeda hanyalah, bila qt pailit atau bosan, maka kendaraan milik qt terpaksa di jual atau tukar-tambah. Sedangkan raga ini kadang di jual atau di tukar-tambah oleh pemiliknya, bukan hanya karena pailit atau bosan saja, tetapi karena nafsu dan keserakahan.
ASTAGHFIRULLAAHAL ADZIIM

Shahabat,
Semoga renungan berbuka puasa di Ramadhan ini, boleh mengetuk raga dan jiwa qt, untuk terus memperbaiki diri demi Syurga yang abadi.


WALLAAHU TA'AALAA A'LAM BISH SHAWAAB




Tidak ada komentar:

Posting Komentar