Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Rabu, 23 Oktober 2013

KISAH 3 ORANG IBU

1. IBU NANA

Usianya genap 60 tahun, saat ia harus masuk rumah sakit karena penyakit Batu Ginjal.
Ibu Nana sudah 7 tahun menjanda, setelah suaminya wafat. Ia dikaruniai 4 orang anak, 2 lelaki dan 2 wanita, yang kesemuanya telah berumahtangga dan memberikannya 7 orang cucu.
Walau memiliki anak, saat ia harus berbaring di rumah sakit, selama 5 hari, hanya dua malam saja ia ditemani anaknya, sementara di 3 malam yang lain, tetangganyalah yang menemani. Padahal ke-4 anaknya, tinggal berdekatan dengannya.


2. IBU NINI

Ibu yang satu ini, terlihat kuat di usianya yang ke-64 tahun, walau memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung.
Di usia senjanya itu, ia tinggal seorang diri, karena suaminya lebih memilih tinggal pada istri mudanya. Namun setiap dua bulan sekali suaminya yang sudah berusia 76 tahun, datang menengoknya untuk 3 hingga 5 hari, sekaligus mengambil uang pensiun.
Ibu Nini sebenarnya dikaruniai 8 orang anak, namun 3 anaknya telah mendahuluinya menghadap Illahi. Tinggallah 5 anaknya, yang terdiri dari 3 lelaki dan 2 wanita, yang juga sudah berkeluarga semua. Mereka tinggal cukup jauh dari rumah Ibu Nini. 2 anaknya tinggal di Kabupaten Bogor, 1 tinggal di Cipanas, lalu 1 lagi tinggal di Ciawi, sementara yang 1 lagi tinggal di Tasikmalaya.
Selama 6 tahun q mengenalnya, barulah 1 kali, ke-5 orang anaknya berkumpul di rumahnya, saat pernikahan putra bungsunya. Yang menyedihkan adalah ketika Hari ’Idul Fitri datang, saat di keluarga lain, anak-beranak berkumpul bersama ibu mereka, tetapi Ibu Nini menghabiskan ’moment’ berbahagia tersebut hanya seorang diri.

Melihat kenyataan yang menyedihkan tersebut, akhirnya sudah 2 tahun ini, setiap mendekati Lebaran ibu Nini-lah yang mengunjungi anak-anaknya.


3. IBU NUNU

Hari itu, Ibu Nunu berdiri sempoyongan, hampir jatuh. Dengan dipapah 3 orang anaknya, ia dibawa ke rumah sakit, yang mengharuskannya dirawat. Itulah hari pertama q berkenalan dengan ibu yang berbahagia ini.
Mengapa q katakan ’berbahagia’, sebab di usia yang ke-70, selama 5 hari ia dirawat, seluruh anak-anaknya bergantian datang merawat dan menemaninya di rumah sakit.

Ibu Nunu telah menjanda selama 14 tahun setelah ditinggal wafat suaminya. Ia dikaruniai 7 orang anak, 5 diantaranya telah berkeluarga. Berkat kegigihan, keshabaran dan cinta kasih yang tulus ikhlas, walau ’single parent’, Ibu Nunu dapat menyekolahkan seluruh anak-anaknya hingga tamat SMA, malah 3 orang anaknya bisa mengenyam bangku kuliah hingga meraih gelar..
-*- 
Shahabat,
Ke-3 kisah diatas, memberikan hikmah yang sangat dalam bagi q. Dimana rasa sayang dan kepedulian anak-anak kepada orangtuanya khususnya pada ibu kandung, sungguh membuka mata hati ini. Walau memiliki anak banyak, seakan tidak memiliki anak.

Apapun alasan, atau latarbelakang maupun cara mendidik pastilah mempengaruhi sikap dan sifat seseorang, hingga dikemudian hari terwujud dalam cara berbakti, kasih sayang dan kepeduliannya kepada orang yang melahirkan, merawat dan membesarkannya alias IBU.


WALLAAHU TA’AALAA A’LAM BISH SHAWAAB




Tidak ada komentar:

Posting Komentar