Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Selasa, 22 November 2011

HATI-HATI BILA MARAH

Dikisahkan pada suatu hari, seorang ahli sufi masyur bernama Syaqiq Al-Balkhi ra. membeli sebuah melon, permintaan istrinya. Kemudian dibawanya pulang dan diberikan kepada isterinya. Ketika istrinya membelah melon tersebut, ternyata buah itu busuk setengah, maka marah-marahlah isterinya melihat hal itu.
 Lalu Syaqiq mendekati istrinya dan bertanya, "Kepada siapa engkau tujukan marahmu itu, istriku? Kepada si penjualnya, si pembeli, si petani atau Sang Pencipta buah melon itu?" Terdiam isterinya mendengar pertanyaan tersebut.

Kemudian Syaqiq meneruskan lagi, "Adapun si penjual, sudah tentu berusaha untuk menjual barang dagangan yang terbaik. Lalu si pembeli, pastilah membeli barang yang terbaik juga. Sedangkan si petani, tentu mengharapkan hasil panen yang terbaik juga. Bisa jadi marahmu ini engkau tujukan kepada Sang Pencipta buah melon ini. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah dan ikhlaslah dengan segala ketentuan-Nya."

Maka menangislah isteri Syaqiq. Lalu ia-pun bertaubat.

Kisah diatas mengingatkan kita untuk berhati-hati bila marah, ketika menemukan sayuran, buah, atau apapun hasil pertanian. Baik itu dipasar, diwarung maupun supermarket, dengan kondisi kurang baik. Karena bisa jadi kita memarahi Allah SWT pencipta segala tumbuhan diatas bumi ini.


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) 
melainkan Dia Yang Hidup kekal l
agi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); 
tidak mengantuk dan tidak tidur. 
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. 
Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. 
Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka 
dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui 
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. 
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. 
Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, 
dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. 
(Al-Baqarah [2]: 255)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar