Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Senin, 12 September 2011

DOSA PALING BESAR

Dikisahkan ada seorang perempuan cantik dengan wajah penuh rasa bersalah datang kerumah Nabi Musa as, disuatu senja. Setelah mengucapkan salam diketuknya pintu dengan hati yang penuh ketakutan. Nabi kemudian membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk.

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Allah berkenan mengampuni dosa keji saya."


"Apakah dosamu wahai perempuan ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut.
"Saya ... telah berzinah", jawab perempuan tersebut. Kepala Nabi Musa as terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinahan itu saya pun hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai tewas," ucap wanita itu sambil menangis sejadi-jadinya.

Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang beliau menghardik, "Hai perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!", teriak Nabi sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan tersebut kemudian bangkit dan melangkah keluar. Hatinya bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh. Entah kemana lagi ia hendak mengadu. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Tidak diketahuinya bahwa sepeninggalannya, Malaikat Jibril as turun mendatangi Nabi Musa as.

Sang Ruhul Amin lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang perempuan yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa as terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezinah dan pembunuh itu?" "Ada! Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzinah”.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Nabi Musa as segera mengejar dan memanggil kembali perempuan tadi. Beliau kemudian berdoa dengan khusu, memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa as menyadari, orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah orang yang berpendapat bahwa sholat tersebut tidak wajib dan tidak perlu. Berarti orang tersebut telah menganggap remeh perintah Allah.
Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah akan menerima tobatnya bila ia taat kepada-Nya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar