Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabaarakatuhu wamaghfiraatuhu waridhwaanuh

Selasa, 13 September 2011

PERMOHONAN SI MISKIN DAN SI KAYA

Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa as. Ia begitu miskin, pakaiannya compang-camping, sangat lusuh dan berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah swt permohonanku ini, agar aku bisa menjadi kaya." Nabi tersenyum dan berkata, "Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah." 

Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, "Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan jarang dan pakaian yang ku gunakan pun hanya satu lembar ini saja.” Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa as. Orang tersebut bersih dan rapih pakaiannya. Ia berkata, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah swt permohonanku ini, agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu." Nabi pun tersenyum, lalu ia berkata, "Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah." 

"Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah? Allah telah memberiku mata untuk aku dapat melihat, lalu telinga untuk aku dapat mendengar. Allah memberiku tangan untuk aku dapat bekerja dan kaki untuk aku dapat berjalan. Jadi bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya.

Waktupun berlalu, Allah menambah kekayaannya bagi si kaya, karena ia selalu bersyukur. Sedang kepada si miskin Allah menjadikannya bertambah miskin. Allah mengambil semua keni’matan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah swt.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar